
Pengembang Bali & Arsitek Austria Garap Properti Wellness Living Banyak individu mulai menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari yang tampaknya sepele dapat memberi dampak besar terhadap keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh dan sadar lingkungan, salah satunya melalui penerapan konsep wellness living dalam kehidupan bermasyarakat.
Konsep wellness living merupakan suatu pendekatan terhadap gaya hidup yang tidak hanya menitikberatkan pada kesehatan fisik dan mental penghuninya, namun juga pada keharmonisan antara manusia dengan alam sekitarnya. Dalam sektor properti, pendekatan ini diterjemahkan ke dalam bentuk hunian yang dirancang secara holistik agar mendukung kehidupan sehat dan ramah lingkungan.
Hunian berbasis wellness umumnya dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti ruang terbuka hijau yang luas, sarana olahraga, area meditasi, sistem ventilasi silang yang optimal, pencahayaan alami maksimal, serta penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan. Tujuan utamanya adalah menciptakan ruang tinggal yang dapat mereduksi tingkat stres, meningkatkan kualitas udara, serta mendukung aktivitas fisik dan relaksasi penghuni.
Pengembang Bali & Arsitek Austria Garap Properti
Sejalan dengan tren global tersebut, salah satu pengembang properti terkemuka di Bali, Oxo Group Indonesia, berencana untuk merealisasikan proyek hunian dengan mengusung konsep wellness living pada pertengahan tahun 2025. Inisiatif ini tidak hanya menjadi respon terhadap permintaan pasar, tetapi juga merupakan bagian dari upaya mendukung keberlanjutan lingkungan melalui sektor properti.
Kolaborasi Global dalam Arsitektur Berkelanjutan
Dalam mewujudkan proyek prestisius ini, Oxo Group Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan arsitek kelas dunia, Chris Precht, yang merupakan pendiri dari Studio Precht berbasis di Austria. Studio ini dikenal luas karena kiprahnya dalam merancang bangunan yang memadukan aspek estetika, fungsi, dan prinsip keberlanjutan secara mendalam.
CEO Oxo Group Indonesia, Johannes Weissenbaeck, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah visioner yang bertujuan menciptakan hunian tidak hanya sebagai investasi secara finansial, tetapi juga sebagai tempat tinggal yang personal, inspiratif, dan berdampak positif bagi manusia maupun lingkungan.
“Misi kami adalah menciptakan ruang hidup yang tidak hanya menampilkan keindahan desain, tetapi juga mampu membentuk gaya hidup, mendukung komunitas, dan merepresentasikan nilai budaya lokal. Kolaborasi ini merupakan perwujudan dari desain yang melampaui batas estetika semata,” ujar Johannes dalam pernyataannya, Senin (24/3/2025).
Ia menambahkan bahwa kemitraan dengan Studio Precht mencerminkan perpaduan antara ketepatan teknik khas Eropa dengan kehangatan jiwa budaya Asia Tenggara, khususnya dalam konteks sosial dan alam Bali yang kompleks dan unik.
Studio Precht dan Reputasinya dalam Arsitektur Inovatif
Chris Precht, sebagai sosok utama di balik Studio Precht, dikenal luas sebagai salah satu tokoh muda paling berpengaruh dalam dunia arsitektur internasional. Karya-karya studionya mencakup berbagai proyek berskala besar di Eropa, Timur Tengah, Amerika, serta Asia. Dengan portofolio lebih dari 130 desain arsitektur dalam empat tahun terakhir—40 di antaranya telah terbangun—Studio Precht terus berupaya mendefinisikan ulang batas-batas arsitektur konvensional.
Dari kantor pusatnya di kawasan Pegunungan Alpen, Austria, Studio Precht tengah mengembangkan berbagai proyek inovatif di seluruh dunia, termasuk kini di Bali. Proyek yang akan digarap bersama Oxo Group bertajuk Oxo The Pavilions, merupakan bagian dari transformasi kawasan yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan komunitas lokal.
“Bali adalah destinasi dengan keindahan alam luar biasa, namun juga memiliki tantangan tersendiri dalam hal pembangunan. Kami menyadari bahwa membangun di sini memerlukan kepekaan terhadap nilai-nilai budaya lokal, kondisi iklim tropis, serta model sosial ekonomi masyarakat setempat,” imbuh Johannes.
Komitmen terhadap Lingkungan dan Keberlanjutan
Selaras dengan filosofi desain Studio Precht, Oxo Group Indonesia berkomitmen untuk mengusung prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek pembangunan. Penggunaan sumber energi terbarukan, sistem pengelolaan air hujan, ventilasi silang untuk efisiensi energi, sistem penyaringan air, hingga pemanfaatan material bangunan yang dapat didaur ulang menjadi fokus utama dalam proses konstruksi proyek ini.
Langkah tersebut sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi pionir dalam pengembangan properti masa depan yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga berdampak positif terhadap kualitas hidup manusia dan kelestarian alam. Johannes menyebut bahwa pendekatan ini akan menempatkan Indonesia, khususnya Bali, sebagai referensi dalam pengembangan properti berkelanjutan di tingkat internasional.
“Dengan mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan dan pendekatan desain yang memperhatikan kesejahteraan manusia, kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan yang bertanggung jawab adalah hal yang mungkin dan harus diwujudkan,” tegasnya.
Baca Juga : Kemenhut Segel 50 Properti Di Hulu DAS Yang Buntut Banjir Besar