
Bandung Pastikan Stok Beras Aman Di Menjelang Idul Fitri 1446 H memastikan bahwa persediaan beras di wilayah Bandung Raya dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik selama bulan Ramadan maupun pada puncak perayaan Lebaran.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ashville Nusa Panata, selaku Pimpinan Bulog Cabang Bandung, dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (26/3/2025) di Kantor Bulog Bandung, Jawa Barat.
Dalam keterangannya, Ashville menjelaskan bahwa jumlah cadangan beras yang tersedia saat ini mencapai 3.000 ton, yang terdiri dari 1.600 ton beras umum dan 1.400 ton beras khusus Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Dengan jumlah tersebut, Bulog menegaskan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat selama periode Ramadan hingga setidaknya tiga bulan ke depan.
Bandung Pastikan Stok Beras Aman Di Idul Fitri
“Dengan total stok mencapai 3.000 ton, kami optimistis dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Bandung Raya tidak hanya hingga Idulfitri, tetapi juga dalam beberapa bulan ke depan. Ini bagian dari komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Ashville.
Distribusi Beras ke Daerah Sesuai Permintaan Pemerintah Lokal
Lebih lanjut, Ashville mengungkapkan bahwa Bulog telah menjalin koordinasi dengan sejumlah pemerintah daerah di kawasan Bandung Raya, guna memastikan distribusi beras berjalan lancar dan sesuai dengan permintaan di masing-masing wilayah. Menurutnya, penyaluran stok akan dilakukan secara terukur, berdasarkan hasil pendataan kebutuhan oleh pemerintah daerah.
“Kami akan menyalurkan beras sesuai dengan kebutuhan di setiap kecamatan. Pemerintah daerah yang melakukan pemetaan dan pengajuan permintaan, dan kami siap menindaklanjuti sesuai kuota yang diajukan,” jelasnya.
Langkah ini dinilai efektif dalam menjamin pemerataan distribusi pangan, sekaligus sebagai upaya preventif untuk menghindari kekosongan stok di wilayah tertentu. Dengan mekanisme ini, masyarakat di seluruh penjuru Bandung Raya diharapkan memperoleh akses yang sama terhadap bahan pangan pokok, khususnya beras, selama bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya.
Dukungan dalam Kegiatan Pasar Murah
Dalam rangka menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen, Perum Bulog Cabang Bandung turut serta dalam pelaksanaan pasar murah yang digelar di berbagai titik oleh pemerintah kabupaten/kota di wilayah Bandung dan sekitarnya. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Bulog dan pemerintah daerah, yang bertujuan untuk memastikan harga beras tetap berada dalam kisaran yang wajar dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kami secara aktif mendukung pemerintah daerah yang mengadakan pasar murah dengan terus menyalurkan beras ke lokasi-lokasi kegiatan tersebut. Hal ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan memperluas akses pangan berkualitas kepada masyarakat,” terang Ashville.
Program pasar murah ini telah menjadi bagian dari kebijakan tahunan dalam menghadapi lonjakan permintaan selama bulan Ramadan, sekaligus sebagai upaya intervensi pemerintah dalam menghadapi potensi inflasi akibat kenaikan harga bahan pokok menjelang Idulfitri.
Operasi Pasar Selama Bulan Ramadan
Tidak hanya mendukung kegiatan pasar murah, Bulog juga melaksanakan operasi pasar secara mandiri selama bulan Ramadan. Operasi pasar ini menyasar titik-titik strategis yang memiliki tingkat konsumsi tinggi, seperti pasar tradisional, kawasan pemukiman padat penduduk, dan sentra perdagangan.
Ashville menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menstabilkan harga beras secara lebih luas, terutama di wilayah yang belum dijangkau oleh pasar murah pemerintah daerah. Seluruh operasi pasar yang digelar oleh Bulog mengedepankan prinsip keterjangkauan harga dan kemudahan akses, sesuai dengan mandat pemerintah dalam penyediaan pangan nasional.
“Melalui operasi pasar, kami ingin memastikan bahwa beras tersedia dalam jumlah cukup dengan harga yang stabil. Seluruh kecamatan di Bandung Raya kami pastikan mendapatkan pasokan yang sesuai,” ujar Ashville.
Imbauan kepada Masyarakat: Hindari Panic Buying
Di tengah meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat menjelang Hari Raya, Bulog Cabang Bandung juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian beras secara berlebihan atau menimbun stok di rumah. Menurut Ashville, perilaku panic buying justru berpotensi menimbulkan distorsi di pasar dan dapat menyebabkan kelangkaan yang tidak semestinya.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dalam berbelanja. Tidak perlu panik atau membeli dalam jumlah besar, karena kami menjamin bahwa ketersediaan stok bahan pangan, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan dapat diakses di seluruh kecamatan,” tegasnya.
Ashville menambahkan bahwa masyarakat sebaiknya memfokuskan diri pada ibadah Ramadan dengan tenang, tanpa perlu khawatir terhadap kelangkaan bahan pokok. Seluruh lini distribusi dan logistik telah disiapkan secara menyeluruh untuk memastikan kelancaran pasokan selama periode puncak konsumsi ini.
Penutup: Komitmen Bulog Menjaga Ketahanan Pangan
Ketersediaan beras yang stabil dan terdistribusi secara merata menjadi bagian dari tanggung jawab strategis Perum Bulog sebagai lembaga negara yang bertugas menjaga ketahanan pangan nasional. Dalam menghadapi momen penting seperti Ramadan dan Idulfitri, komitmen ini menjadi semakin penting, mengingat tingginya kebutuhan konsumsi rumah tangga.
Bulog Cabang Bandung menyatakan kesiapannya untuk terus berperan aktif dalam menjaga rantai pasok bahan pangan di wilayah Jawa Barat, khususnya Bandung Raya. Dukungan terhadap program pemerintah daerah, penguatan cadangan logistik, serta pelaksanaan operasi pasar menjadi wujud nyata dari peran Bulog dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh masyarakat.
Dengan strategi yang terencana dan stok yang memadai, Bulog optimis dapat memenuhi ekspektasi masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2025, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan di tingkat regional.
Baca Juga : KPI Produksi Smooth Fluid & Untuk Meningkatkan Capaian TKDN