
Kasus Pembunuhan Jurnalis Juwita DPRD Banjarbaru Terus Kawal proses hukum dalam kasus pembunuhan terhadap Juwita (23), seorang jurnalis asal Kalimantan Selatan yang diduga dibunuh oleh oknum anggota TNI Angkatan Laut Balikpapan, Kalimantan Timur. Pelaku yang berinisial J, merupakan seorang Kelasi Satu di lingkungan TNI AL.
Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, dalam keterangannya di Banjarbaru pada Jumat (4/4/2025), menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses hukum agar kasus ini dapat diselesaikan secara tuntas dan transparan. Rizky menyatakan bahwa pihaknya sangat kehilangan sosok Juwita, yang selama ini dikenal baik dan memiliki hubungan harmonis dengan para narasumber di lingkungan DPRD Banjarbaru.
“Kami siap mengawal penanganan kasus ini dan meminta agar proses pengusutan dilakukan hingga tuntas. Kami juga meminta pihak aparat penegak hukum untuk menangani kasus ini secara transparan sehingga keluarga korban maupun masyarakat dapat mengetahui perkembangan proses hukumnya,” ujar Gusti Rizky.
Kasus Pembunuhan Jurnalis Juwita Kaltim
Dukungan Terhadap Transparansi Kasus Rizky juga meminta agar pihak Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan melakukan penyelidikan secara terbuka dan profesional dalam menangani kasus ini. Menurutnya, transparansi merupakan hal penting agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan tidak ada upaya untuk menutupi fakta.
“Kami berharap agar tidak ada fakta yang ditutupi. Penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan transparan. Pihak keluarga korban tentunya berhak mengetahui perkembangan proses hukum dan keadilan harus ditegakkan,” tegasnya.
Rizky juga menambahkan bahwa pihak DPRD Banjarbaru menghormati setiap tahapan hukum yang dilakukan oleh institusi terkait, baik oleh pihak TNI AL maupun kepolisian. Ia menyatakan bahwa DPRD telah melakukan koordinasi dengan Lanal Balikpapan serta Polres Banjarbaru untuk memastikan penanganan kasus berjalan dengan baik.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Lanal untuk memastikan bahwa kasus ini ditangani dengan serius dan dapat mencapai penyelesaian yang adil bagi korban dan keluarganya,” ungkap Rizky.
Kronologi Penemuan Korban Juwita, seorang jurnalis muda, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di kawasan Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, pada Sabtu (22/3) sekitar pukul 15.00 WITA. Jasadnya ditemukan tergeletak di tepi jalan dengan sepeda motor berada di dekatnya. Awalnya, ada dugaan bahwa korban mengalami kecelakaan tunggal.
Namun, kecurigaan mulai muncul ketika warga setempat tidak menemukan tanda-tanda kecelakaan lalu lintas pada tubuh korban. Justru terlihat adanya luka lebam pada bagian leher yang mengarah pada kemungkinan tindak kekerasan. Selain itu, telepon seluler milik korban juga diduga hilang dari lokasi kejadian.
Permintaan Uji Forensik Pihak keluarga korban, melalui perwakilannya bernama Pazri, meminta penyidik dari Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI AL (Denpomal) Banjarmasin untuk mendalami temuan adanya cairan putih serta luka lebam pada area kemaluan korban. Menurut Pazri, hal ini menimbulkan dugaan adanya kekerasan seksual sebelum korban meninggal dunia.
DPRD Banjarbaru Terus Kawal
“Volume cairan putih di area tersebut cukup banyak. Kami mempertanyakan apa sebenarnya yang terjadi dan berharap agar dilakukan uji laboratorium forensik, baik ke Surabaya maupun Jakarta, karena fasilitas di Kalimantan Selatan belum memadai untuk pengujian ini,” kata Pazri.
Pazri juga mengungkapkan bahwa dokter telah mengambil sampel cairan tersebut, namun belum ada kepastian apakah sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium forensik di luar daerah. Menurutnya, uji DNA sangat diperlukan untuk memastikan apakah ada keterlibatan lebih dari satu pelaku atau jika ada indikasi lain terkait motif kejahatan tersebut.
Tuntutan Keadilan Kasus pembunuhan ini menyita perhatian publik, terutama komunitas jurnalis di Kalimantan Selatan. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel turut mendesak agar peradilan militer yang menangani kasus ini dilakukan secara terbuka. Ketua PWI Kalsel menyatakan pentingnya memberikan akses informasi kepada publik mengenai perkembangan kasus ini guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
“Kami berharap peradilan militer dilakukan secara transparan. Sebagai korban yang merupakan seorang jurnalis, kami merasa penting untuk memastikan keadilan ditegakkan. Jangan sampai ada upaya menutupi fakta atau mengurangi sanksi terhadap pelaku,” ujar perwakilan PWI Kalsel.
Harapan Keluarga Keluarga korban berharap agar aparat penegak hukum bertindak tegas dalam menangani kasus ini. Mereka menginginkan agar motif sebenarnya dari pembunuhan Juwita dapat segera terungkap sehingga tidak ada lagi keraguan terkait penyebab kematian. Selain itu, keluarga juga menginginkan agar pelaku dihukum seberat-beratnya jika terbukti bersalah.
Baca Juga : ATR Targetkan Digitalisasi Sertifikat Tanah Kini Selesai Lima Tahun
Kesimpulan Kasus pembunuhan Juwita masih menyisakan banyak tanda tanya yang perlu diungkap secara mendalam. Komitmen DPRD Kota Banjarbaru dalam mengawal proses hukum menjadi angin segar bagi keluarga korban dan masyarakat yang mendambakan keadilan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kasus ini dapat segera terungkap dengan jelas dan pelaku dihukum secara adil.
DPRD Kota Banjarbaru bersama aparat penegak hukum akan terus berkoordinasi agar proses penyelidikan berjalan dengan baik. Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian daerah, tetapi juga masyarakat luas yang mengharapkan kebenaran dapat ditegakkan tanpa adanya intervensi.