Berapa Biaya Mengurus PBG? Cek di Sini Perhitungannya
Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) adalah dokumen resmi yang wajib dimiliki sebelum membangun atau merenovasi bangunan. PBG berfungsi sebagai pengganti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan mengatur agar konstruksi sesuai standar teknis serta tata ruang yang berlaku. Banyak orang bertanya, berapa sebenarnya biaya mengurus PBG? Berikut ulasannya.
Apa Itu PBG?
PBG merupakan persetujuan yang dikeluarkan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa pembangunan atau renovasi gedung sesuai ketentuan. Dokumen ini mengatur mulai dari struktur, estetika, keselamatan, hingga kesesuaian lokasi dengan rencana tata ruang. Tanpa PBG, pembangunan dianggap ilegal dan dapat dikenakan sanksi administratif.
Dasar Perhitungan Biaya PBG
Biaya PBG ditentukan berdasarkan beberapa faktor. Umumnya, perhitungan menggunakan formula yang mengacu pada Nilai Retribusi PBG, yang ditentukan oleh Peraturan Daerah (Perda) masing-masing wilayah. Komponen utama yang memengaruhi biaya antara lain:
-
Luas bangunan
-
Tinggi bangunan
-
Fungsi bangunan (hunian, usaha, atau campuran)
-
Lokasi bangunan
-
Indeks teknis dan indeks lokasi
Komponen Biaya PBG
Beberapa komponen biaya yang biasanya dihitung dalam pengurusan PBG antara lain:
-
Biaya pengkajian teknis – mencakup pemeriksaan dokumen dan rencana konstruksi.
-
Biaya retribusi daerah – ditentukan oleh Perda dan berbeda di tiap daerah.
-
Biaya administrasi – meliputi pengolahan data dan penerbitan dokumen resmi.
Contoh Perhitungan Biaya
Sebagai contoh, sebuah rumah tinggal dengan luas 100 m² di daerah tertentu memiliki indeks lokasi 1,0 dan indeks teknis 1,2. Jika tarif dasar retribusi di daerah tersebut adalah Rp50.000 per m², maka perhitungannya adalah:
Luas bangunan x tarif dasar x indeks teknis x indeks lokasi
= 100 m² x Rp50.000 x 1,2 x 1,0
= Rp6.000.000
Perlu dicatat, angka ini hanya contoh. Setiap daerah memiliki tarif dan rumus perhitungan yang berbeda.
Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Biaya
Selain luas dan fungsi bangunan, beberapa faktor lain yang memengaruhi besarnya biaya PBG adalah:
-
Lokasi di pusat kota atau daerah pinggiran
-
Tingkat risiko bangunan (misalnya gedung bertingkat tinggi memiliki indeks teknis lebih besar)
-
Kompleksitas desain dan konstruksi
-
Peraturan daerah yang berlaku
Cara Menghemat Biaya PBG
Meskipun tarif PBG sudah diatur oleh pemerintah, ada beberapa cara untuk menghemat biaya pengurusan:
-
Menyiapkan dokumen dan gambar kerja sesuai standar teknis agar tidak terjadi revisi yang berulang.
-
Menggunakan jasa perencana atau arsitek yang memahami aturan PBG.
-
Memastikan luas dan fungsi bangunan sesuai perencanaan awal untuk menghindari perubahan yang memicu biaya tambahan.
Proses Pengurusan PBG
Proses pengurusan PBG umumnya dilakukan secara daring melalui sistem Online Single Submission (OSS) atau layanan perizinan daerah. Tahapannya meliputi:
-
Pengajuan permohonan beserta dokumen teknis.
-
Verifikasi dan evaluasi oleh dinas terkait.
-
Pembayaran retribusi sesuai hasil perhitungan.
-
Penerbitan dokumen PBG.
Kesimpulan
Biaya mengurus PBG bervariasi tergantung luas, fungsi, lokasi, dan aturan daerah setempat. Dengan memahami dasar perhitungannya, pemilik bangunan dapat mempersiapkan anggaran secara tepat. Mengurus PBG sejak awal tidak hanya menghindarkan dari masalah hukum, tetapi juga memastikan bangunan memenuhi standar keamanan dan kelayakan yang berlaku.
Baca juga: Berapa Biaya Mengurus PBG? Cek di Sini Perhitungannya